• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Saturday, July 23, 2016

Di Temukan Wanita Gangguan Jiwa Di Pos 1 Gunung Penanggungan - Jatim

Pada tanggal 23 Juli 2016 sekira pukul 19.30 WIB, Kawan-kawan Pos 1 Jalur Pendakian Gunung Penanggungan yang berada di Desa Tamiajeng, Trawas, Mojokerto. Menemukan seseorang perempuan dengan identitas sebagai berikut :

Nama : Ismatul Ilmiyah 27 tahun
Alamat : Dsn. Payaman RT.05, RW.02, Desa Kuripan, Babat, Lamongan.

Adapun kronologi sampai orang tersebut berada di Tamiajeng yaitu orang tersebut naik bus dari terminal Tambak Osowilangun dan mengikuti 5 orang rombongan pendaki.
Ketika rombongan pendaki itu turun di Pandaan, perempuan itupun ikut turun, saat rombongan pendaki itu naik colt, ia pun ikut naik dan ketika rombongan pendaki turun di Trawas ia pun ikut turun.
Ketika sampai di Tamiajeng para pendaki itu melakukan registrasi barulah diketahui kalau perempuan itu bukan rombongan dan berperilaku seperti orang yang mengalami gangguan jiwa.
Maka oleh petugas Pos 1 Penanggungan hal tersebut di laporkan ke Polsek Trawas.
Dan kebetulan saat itu team dari PMI Kab. Mojokerto, Tagana, dan BPBD Kab. Mojokerto sedang melakukan pemantuan wilayah rawan bencana.
Maka pada saat itu dilakukan koordinasi antara Polsek Trawas, PMI Kab. Mojokerto, TAGANA Kab. Mojokerto, BPBD Kab. Mojokerto dan TRC PMKS DINSOS 08 Mojokerto.
Rencananya dengan menggunakan mobil PMI Kab. Mojokerto orang tersebut akan diantar ke Dinsos Kab. Mojokerto yang selanjutnya akan diantar pulang.
Akan tetapi orang tersebut tidak mau dan bahkan sempat mengamuk mau lari.
Akhirnya diambil kesepakatan bersama untuk malam ini orang tersebut tetap tinggal di Pos 1 Pendakian Gunung Penanggungan.
Rencananya tanggal 24 Juli 2016 akan di jemput oleh TRC PMKS DINSOS 08 Mojokerto untuk diantar pulang.

(Didik S)

Monday, July 18, 2016

WNA Inggris Jatuh Di Gunung Rinjani

BLIAD_Wisatawan asal Inggris bernama Manish Flash, 27 tahun jatuh di Gunung Rinjani saat menuju ke Danau Segara Anak Korban terpeleset akibat jalan licin Jumat lalu (15/7) sekitar pukul 15. 20 Wita. Manish Flash mendaki Rinjani bersama 7 orang temananya dan saat kejadian baru saja turun dari puncak dan hendak turun menuju danau. Namun sekitar 2 kilometer dari Pelawangan atau sekitar 500 meter menjelang danau, korban terpeleset akibat jalan licin setelah diguyur hujan kemudian jatuh. Akibatnya kaki kanan korban memar dan luka hingga tak dapat meneruskan perjalanan.” Kita mendapatkan laporan bahwa ada wisatawan asal Inggris jatuh saat menuju danau sekitar 500 meter dari danau pada hari Jumat (15/7),” jelas Kepala Pos Resort TNGR Sembalun Mustaan Minggu kemarin (17/7). Ia langsung mengerahkan tim yang terdiri dari 10 orang untuk melakukan evakusi. Tim tersebut terdiri dari masyarakat Sembalun dan porter, bersama anggota TNGR dan berangkat pada Sabtu pagi (16/7). “Sebenarnya hari Jum’at malam tim evakusi akan naik untuk mengevakusi korban, namun ditunda berhubung waktu itu di Sembalun hujan deras,” ungkapnya. Tim berhasil menemukan korban Sabtu sore dan kemudian mengevakuasinya dan sekitar pukul 14.30 Wita Minggu kemarin (17/7) kemarin. Begitu tiba, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Sembalun guna mendapatkan perawatan. Mustaan mengingatkan agar para pendaki berhati-hati mengingat curah hujan di gunung dan Sembalun saat ini tinggi sehingga resiko jalan a licin pasti akan ditemui pendaki. (lal)


(R lombok)

Sunday, July 17, 2016

Update SAR Pencarian Survivor Di Gunung Slamet

Sebanyak 80 personel SAR gabungan pagi ini ,Senin 18/7/2016 dibagi dalam dua tim menyisir jalur pendakian Dukuh Liwung dan Guci, Kabupaten Tegal Untuk mencari 2 survivor yang dinyatakan hilang/tersesat di G.Slamet.

Kedua survivor naik ke G. Slamet melalui jalur pendakian Dukuh Liwung, Ds Kedawung, Kec Bojong, yg selama ini belum banyak diketahui para pendaki /penggiat alam karena bukan merupakan jalur resmi pendakian ke G. Slamet.

Pendaki yang melalui jalur tersebut biasanya hanya warga setempat dan mereka hanya membawa 6 bungkus mie instan serta 2 minuman kemasan ukuran 1 liter sebagai bekal selama mendaki. Pakaian yang dibawa pun hanya yang melekat di badan.

Kalkulasi waktu pendakian G.Slamet via Guci (Normal) :

Gerbang Guci – POS I Pinus (1jam)
POS I – POS II Cemara (2jam)
POS II – POS III Pasang (1jam)
POS III – POS IV Kematus (2jam)
POS IV – Pondok Edelweis (1,5jam)
Pondok Edelweis – POS V Cantigi (1jam)/Plawangan
POS V – Puncak Slamet/Bibir Kawah Barat Laut (2jam)
Bibir Kawah Barat Laut – Puncak Barat/Tower Barat (30menit)
Puncak Barat/Tower Barat – Puncak Timur/Puncak sejati (30menit)
TOTAL = 11,5 jam.

Untuk waktu turun kita potong 30-40% kira-kira menjadi 6-7jam

(T Sugiarto)

Gempa Bumi Sesar Aktif Guncang Purworejo - Jateng

HARI Senin, tanggal 18 Juli 2016, pada pukul 05.59.00 WIB, wilayah Purworejo dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik dengan kekuatan M=3,6 Skala Richter. Pusat gempabumi ini terletak pada koordinat 7.62 lintang selatan dan 109.92 bujur timur, tepatnya di daratan pada jarak sekitar 18 kilometer arah barat laut Kota Purworejo pada kedalaman hiposenter 13 kilometer.

Berdasarkan hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map) BMKG, dampak gempabumi ini menimbulkan guncangan pada I Skala Intensitas Gempabumi BMKG (SIG-BMKG) atau II skala intensitas Modified Mercally Intensity (MMI) di hampir seluruh wilayah Purworejo, Wonosobo, Magelang, dan Kebumen. Gempabumi ini tercatat dengan baik oleh peralatan BMKG dan di berbagai daerah tersebut beberapa orang dilaporkan merasakan guncangan gempabumi.

Meskipun dampak gempabumi tidak signifikan, tetapi peristiwa gempabumi ini menarik untuk dikaji, karena sebelumnya pada tanggal 11 Juli 2016, di tempat yang sama juga terjadi gempabumi dengan kekuatan M=3,5 Skala Richter dan M=2,9 Skala Richter.

Secara tektonik, perlu kita pahami bahwa kondisi tektonik regional wilayah Jawa Tengah juga dikontrol oleh dinamika tunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Jawa. Akibat tunjaman lempeng tersebut terbentuklah struktur-struktur geologi regional berupa sesar aktif di wilayah daratan Jawa Tengah. Sebagai contoh, struktur tersebut dapat diamati di antaranya adalah pola Sesar Kebumen – Semarang – Jepara. Lajur seismotektonik sesar di zona ini umumnya berarah baratdaya-timurlaut.

Peristiwa gempabumi yang mengguncang Purworejo dan sekitarnya pagi ini merupakan gempabumi kecil (minor) yang berkedalaman dangkal. Jika kita perhatikan Peta Geologi Lembar Kebumen, tampak bahwa di zona gempabumi yang lokasinya berada di sebelah utara Kutoarjo terdapat struktur lipatan dan sesar.

Struktur sesar yang ada di sebelah utara Kutoarjo ini dikenal sebagai Sesar Rebung. Sehingga dengan kedalaman hiposenter 10 - 16 kilometer, maka gempabumi yang terjadi pagi ini kembali dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Struktur sesar yang diduga aktif adalah Sesar Rebung yang struktur sesarnya paralel dengan Sungai Rebung yang melintasi Wilayah Desa Karang Tengah di Selatan dan Wilayah Kecamatan Bruno di Utara.

Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam paska gempabumi belum terjadi gempabumi susulan.  Untuk itu masyarakat Purworejo dan sekitarnya dihimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi hanya berupa guncangan lemah dan tidak tidak menimbulkan kerusakan.***

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG
Twitter: @daryonobmkg

Saturday, July 16, 2016

Pendaki Wanita Di Tinggal Rombongan Di Gunung Slamet

BLIAD_Pada tanggal 14 juli 2016 menurut informasi  kami dapat beberapa pendaki yang sedang melakukan pendakian ke gunung slamet mendapati wanita asal kab purbalingga yang mengalami sesak nafas , kaki kesleo , tanpa bekal dan di tinggal rombongan .
Wanita tersebut naik dari basecamp dipajaya dan di temukan drop di sekitar pos 9 gunung slametsekitar pukul 08:30 wib , karena menghubungi BC via HT tidak bisa sambung beberapa pendaki berinisiatif menandu korban secara bergantian menggunakan hanmoock dari pos 9 sampai pos 2 , di antara 2 dan pos 1 sekitar pukul 19:00 wib team SAR merapat dan mengambil alih evakuasi korban sampai BC bambangan sekitar pukul 21:00 wib 


(Jhon we , Dhani F Z , Iphung)

Friday, July 15, 2016

Beberapa Pendaki Di Evakuasi Dari Gunung Rinjani

BLIAD_Jumat (15/07/16) pukul. 20.00 Wita tim rescue Basarnas berhasil mengevakuasi pendaki yang mengalami syok di gunung Rinjani sampai di pintu Senaru. Selanjutnya korban yang kondisinya masih lemas ini di serahkan ke pihak keluarga di pukesmas Senaru Lombok Utara untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sebelumnya Kamis (14/07/16) pukul 10.45  Wita, korban a.n Heru Putrawan (21) asal Apenan kota Mataram ini dilaporkan mengalami kondisi yang membahayakan saat berada di kawasan Gunung Rinjani tepatnya di Pelawangan Cemare 5. Menurut informasi dari Imran (Pelapor) korban bersama 9 temannya sebelumnya mendaki dari Desa Sembalun kemudian turun melalui jalur Senaru. Setelah tiba di Cemare 5 korban mengalami demam dan syok.

Menindaklanjuti laporan tersebut Kepala Kantor SAR Mataram, Nanang Sigit PH, S.IP, M.M langsung memerintahkan satu tim rescue menuju lokasi kejadian. Tim baru bisa menjangkau keberadaan korban pada pagi hari berikutnya (15/07/16) sekitar pukul 10.30 Wita. Korban langsung mendapatkan treatment dan penanganan dari tim medis Basarnas. Setelah sadar korban dievakuasi turun dengan menggunakan tandu. 

Melihat medan yang sulit dan jarak tempuh yang panjang 1 tim rescue Kantor SAR Mataram kembali diterjunkan pada hari kedua untuk membantu evakuasi secara estapet. Selain itu dalam proses evakuasi Basarnas juga dibantu oleh TNGR, Polsek Bayan dan Porter. Proses evakuasi memakan waktu sekitar 9 jam. (cak/hms).

(SAR mataram)

Thursday, July 14, 2016

Gempa Bumi Langka Guncang Selatan Jawa

HARI Jumat, tanggal 15 Juli 2016, pada pukul 01.28.03 WIB, sebagian besar wilayah selatan Jawa diguncang gempabumi tektonik dengan kekuatan M=5,1. Pusat gempabumi ini terletak pada koordinat 10.60 lintang selatan dan 107.95 bujur timur, tepatnya di Samudera Hindia pada jarak sekitar 330 kilometer arah selatan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat atau pada jarak 159 kilometer arah timur Pulau Christmas, pada kedalaman hiposenter 10 kilometer.

Berdasarkan hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map) BMKG, dampak gempabumi ini menimbulkan guncangan pada I Skala Intensitas Gempabumi BMKG (SIG-BMKG) atau II skala intensitas Modified Mercally Intensity (MMI) di hampir seluruh wilayah Jawa bagian selatan dari Malingping, Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Yogyakarta, Pacitan, hingga Malang. Gempabumi ini tercatat dengan baik oleh peralatan BMKG dan di berbagai daerah tersebut beberapa orang dilaporkan merasakan adanya guncangan gempabumi.

Meskipun dampak gempabumi tidak signifikan, tetapi peristiwa gempabumi ini ditinjau dari zona seismogeniknya termasuk gempabumi langka. Gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal di luar zona subduksi (outer rise), sehingga gempabumi ini menarik bagi para ahli kebumian.

Jika kita memperhatikan letak episenternya, tampak bahwa pusat gempabumi ini berasosiasi dengan dinamika tektonik di zona outer rise selatan Jawa yang mengalami tarikan Lempeng Indo-Australia di luar zona subduksi. Mengingat gaya yang bekerja berupa tarikan lempeng, maka relevan jika mekanisme sumber gempabumi yang terjadi adalah penyesaran turun (normal fault).

Peristiwa gempabumi di luar zona subduksi memang tergolong langka. Di selatan Jawa, gempabumi semacam ini pernah terjadi pada 11 September 1921 dengan kekuatan M=7,5. Laporan Visser (1922) menunjukkan bahwa spektrum guncangan gempabumi saat itu mencapai jarak sejauh 1.500 kilometer. Di barat, guncangan dirasakan hingga Krui, Lampung dan di timur hingga Taliwang, Sumbawa. Di wilayah antara Cilacap dan Blitar dilaporkan banyak bangunan tembok mengalami retak-retak dan roboh. Menurut Soloviev dan Go (1984), gempabumi outer rise Jawa 1921 memicu terjadinya tsunami kecil yang teramati di Parangtritis hingga Cilacap.

Patut disyukuri bahwa meskipun gempabumi ini berpusat di laut dengan mekanisme sesar turun, tetapi gempabumi yang terjadi pada dinihari tadi tidak menimbulkan tsunami, karena kekuatannya tidak mendukung adanya perubahan dasar laut yang signifikan untuk memicu terjadinya tsunami.

Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam paska gempabumi belum terjadi gempabumi susulan.  Untuk itu masyarakat pesisir selatan Pulau Jawa dihimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.***

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG
Twitter: @daryonobmkg

Warga Surabaya Tenggelam Di Air Terjun Toroan - Madura

Air Terjun Toroan berlokasi di kecamatan ketapang kabupaten sampang - madura jatim menelan korban.

Seorang pria wisatawan asal Surabaya tenggelam di air terjun toroan  , di duga korban bermain air dan tersedot pusaran yang berada di sekitar lokasi  , pencarian pun di lakukan oleh warga sekitar dan aparat desa , sampai saat ini korban belum berhasil ditemukan.

Bagi yangg mau wisata ke air terjun toroan lebih berhati-hati ya. Karena ditengah air terdapat pusaran / pertemuan antara sungai dan laut, hal itu bisa menyedot apapun termasuk manusia.

Monday, July 11, 2016

Sepasang Pemuda Tertangkap Sedang Corat Coret Di Area Gunung Merapi

Sudah bukan rahasia umum lagi vandalisme terjadi di beberapa gunung di indonesia , namun kebanyakan pelaku lolos dari pantauan petugas , mengingat area cukup luas dan minimnya CCTV , dan kurangnya kesadaran pribadi .
Pada pukul 13:42 wib , petugas menangkap basah sepasang pemuda pemudi sedang melakukan vandalisme di sekitar pos PGM Selo , petugas menghukung pelaku untuk membersihkan vandalisme yang telah mereka lakukan , serta memungut sampah di sekitar area  .

Saat ini petugas lebih memperketat pengunjung area gunung merapi agar hal serupa tidak terjadi lagi ,

(Bpptkg)

Saturday, July 9, 2016

Apa Itu Gunung Api


Gunung api adalah tumpukan material yang menumpuk di permukaan bumi akibat dari adanya letusan yang keluar dari sebuah kepundan/lubang tempat keluarnya batuan cair (magma) dan gas ke permukaan bumi. Atau tempat munculnya leleran/rempah lepas yang berasal dari bagian dalam bumi.
Jumlah gunung api Indonesia mencapai 129 atau setara 13% dari jumlah gunung api yang ada di dunia. Tidak semua gunung api Indonesia pernah meletus, namun berdasarkan kenampakan ceritatakan sebagai gunung api.
PVMBG membagi gunung api Indonesia memiliki 3 tipe, yaitu tipe A, tipe B, dan tipe C.
Gunung api tipe A adalah gunung api yang pernah meletus atau meningkat kegiatannya sejak tahun 1.600 sampai sekarang. Tahun 1.600 dibuat sebagai patokan mungkin karena saat itu para naturalis dari Belanda melakukan pencatatan. Tipe A ini sebanyak 78 gunung.
Gunung api tipe B, tidak memiliki sejarah letusan sejak tahun 1.600 atau sebelumnya, tetapi terdapat lubang bekas letusan (kawah yang tidak aktif) di kawah atau puncaknya. Tipe B ada 30 gunung.
Gunung api tipe C adalah tipe gunung api yang hanya memiliki tanda tanda aktifitas seperti panas bumi (solfatara, fumarola) dipermukaannya, tetapi tidak memiliki sejarah letusan sejak tahun 1.600 atau sebelumnya maupun lobang letusan di puncak/tubuhnya. Tipe ini sebanyak 21 gunung.
Dari kenyataan yang bisa dilihat secara kasat mata, maka gunung yang mempunyai potensi letusan adalah gunung dengan tipe A. Dalam sejarah belum tercatat ada letusan untuk tipe B dan tipe C, namun demikian tidak tertutup kemungkinan gunung-gunung yang ada pada kedua tipe ini meletus setelah mengalami “tidur panjang”.
Gunung-gunung itu tersebar diberbagai tempat di Indonesia merupakan bagian dari Cincin Api ( “ring of fire” ).  Jumlah gunung api aktif Indonesia mencapai 129 atau setara 13% dari jumlah gunung api yang ada di dunia.

ANCAMAN DARI GUNUNG BERAPI

ALIRAN LAVA adalah cairan larutan silika pijar yang mengalir keluar dari dalam bumi melalui kawah gunungapi atau melalui celah (patahan) yang kemudian membeku menjadi batuan yang bentuknya bermacam-macam. Bila cairan tersebut encer akan meleleh jauh dari sumbernya membentuk aliran seperti sungai melalui lembah dan membeku menjadi batuan seperti: lava ropi atau lava blok. Umumnya di Indonesia membentuk lava blok. Bila agak kental, akan mengalir tidak jauh dari sumbernya membentuk kubah lava dan pada bagian pinggirnya membeku membentuk blok-blok lava tetapi suhunya masih tinggi, bila posisinya tidak stabil akan mengalir membentuk awan panas guguran dari lava.

AWAN PANAS/ALIRAN PIROKLASTIK ATAU WEDUS GEMBEL merupakan merupakan aliran material campuran terdiri dari gas, abu vulkanik dan batuan yang pijar bersuhu tinggi  lebih  dari 600 derakjat  Celcius dengan kecepatan luncur lebih dari 100 km/jam. Awan panas ini dapat dihasilkan langsung dari letusan gunungapi atau akibat gugurnya lava yang masih panas mengalir melalui lembah sungai. Dulu awan panas G Mearpi berasal dari guguran lava pijar sehingga arahnya jels menuju ke sungai di dekatnya. Tahun 2010 merepi meletus sehingga awan pijar terbentuk di sekeliling kerucut gunung api.

ABU/PASIR VULKANIK atau jatuhan piroklastik adalah bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan keudara saat terjadi suatu letusan, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran halus, yang berukuran besar (bongkah - kerikil) biasanya jatuh disekitar kawah sampai radius 5 – 7 km dari kawah, dan yang berukuran halus dapat jatuh pada jarak mencapai ratusan km bahkan ribuan km, dari kawah karena dapat terpengaruh oleh adanya hembusan angin. Sebagai contoh letusan G. Krakatau 1883 dapat mengitari bumi berhari-hari, juga letusan G. Galunggung 1980 dapat mencapai Australia.

GAS VULKANIK adalah gas-gas yang dikeluarkan saat terjadi letusan gunungapi, umumnya dikeluarkan saat terjadi letusan freatik, contoh gas vulkanik adalah gas Carbon monooksida (CO), Carbon dioksida (CO2), Gas hidrogen sulfida (H2S), gas sulfur dioksida (SO2), gas nitrogen (N2, NO2), dan lain-lain Sebagian besar gas ini beracun karena sifatnya dan karena volumenya.

HUJAN LUMPUR terjadi bila di kawah terdapat danau, maka bila terjadi suatu letusan dapat menghasilkan hujan lumpur.

LAHAR LETUSAN terjadi pada gunungapi yang mempunyai danau kawah seperti di G. Kelut, saat letusan tahun 1966, banyak korban di daerah Blitar karena adanya lahar letusan yang bersuhu diatas 100 C melanda daerah tersebut.

BANJIR LAHAR DINGIN terjadi pada suatu gunungapi yang baru meletus sehingga banyak material lepas hasil letusan disekitar puncak terhanyutkan oleh air hujan, sehingga aliran sungai itu terdiri dari larutan material vulkanik mulai dari halus sampai kasar (bongkah) bercampur dengan batuan lama disekitar lembah dan mengalir serta merusak semua tempat yang dilewatinya dan, yang kemudian diendapkan pada daerah lebih landai atau diendapkan di laut.

STATUS BAHAYA GUNUNGAPI

AKTIF NORMAL (LEVEL I) Kegiatan gunungapi berdasarkan pengamatan dari hasil visual, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya tidak memperlihatkan adanya kelainan

WASPADA (LEVEL II) Terjadi peningkatan kegiatan berupa kelainan yang tampak secara visual atau hasil pemeriksaan kawah, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya

SIAGA (LEVEL III) Peningkatan semakin nyata hasil pengamatan visual/ pemeriksaan kawah, kegempaan dan metoda lain saling mendukung. Berdasarkan analisis, perubahan kegiatan cenderung diikuti letusan

AWAS (LEVEL IV) Menjelang letusan utama, letusan awal mulai terjadi berupa abu/asap. Berdasarkan analisis data pengamatan, segera akan diikuti letusan utama

PETA KAWASAN RAWAN BENCANA (KRB)

Daerah yang berpotensi terlanda bahaya letusan terdiri dari 3 (tiga) kawasan, yaitu:

1. Kawasan Rawan Bencana III (KRB III) merupakan kawasan yang selalu terancam awan panas, gas racun, lahar letusansan, aliran lava, dan kawasan yang sangat berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat dalam radius 2 km dari pusat erupsi.
2. Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, dan lahar letusan, serta kawasan yang berpotensi tertimpa lahar hujan dan hujan abu lebat dalam radius 5 km dari pusat erupsi.
3. Kawasan Rawan Bencana I (KRB I) merupakan kawasan yang berpotensi terlanda lahar hujan, serta kawasan yang berpotensi tertimpa lahar letusan dalam radius 10 km dari pusat erupsi.

(Prof Amin W)

Banjir Bandang Menerjang Kab Malang - Jatim

BLIAD_Sejumlah infrastruktur dan puluhan rumah di Desa Sumber Tangkil Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang, rusak parah akibat diterjang banjir bandang yang melanda wilayah itu kemarin malam.
Banjir bandang merusak sejumlah infrastruktur seperti dam, plengsengan, jembatan, pipa air bersih milik warga sepanjang tiga kilometer dan jalan di desa itu. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 3 miliar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengatakan, banjir bandang juga meluluhlantakkan puluhan rumah penduduk yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Tundo. Dam dan pelengsengan sungai tak mampu menahan derasnya arus air akibat hujan deras selama berjam-jam tersebut.

Aliran sungai Tundo yang mengalir ke Pujiharjo juga ikut meluap. Infrastruktur yang rusak akibat tergerus air tersebut adalah jalan desa sepanjang 400 meter, pipa (saluran air bersih) sepanjang tiga kilometer, dam, pelengsengan Sungai Tundo, jembatan desa yang merupakan satu-satunya yakni Jembatan Kali Gamping. Jembatan Kali Gamping penghubung menuju perkebunan.

Jembatan Kali Gamping dibangun atas swadaya masyarakat. Dana pembangunan jembatan didapat dari swadaya masyarakat desa dan bantuan dari anggota dewan. Menyinggung penanganan pascabanjir, Hafie mengatakan sudah dilakukan kerja bakti yang melibatkan berbagai elemen, di antaranya TNI, PMI, BPBD, dan masyarakat setempat untuk membersihkan material banjir. Untuk membersihkan material lumpur, tim penanggulangan bencana mendatangkan beberapa alat berat.

(republika-mif)

Thursday, July 7, 2016

Waspada Maling Di Taman Nasional Gunung Rinjani

Yuk Ramaikan, share

Buat Para Sodara/Sodari pencinta Gunung Rinjani Harap Waspada dengan dua Orang yang tertera di surat ini resmi ini.

Jika berkesempatan atau kebetulan bertemu salah satu diantaranya, harap melapor ke pihak Taman Nasional Gunung Rinjani...

Terima kasih :)

Wednesday, July 6, 2016

Di Hari Lebaran , Gempa Bumi Mengguncang Buntok - Muara Teweh - Kalimantan

HARI Rabu (6/7/2016), tepat di Hari Lebaran, gempabumi tektonik mengguncang wilayah Buntok-Muara Teweh dan sekitarnya. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini terjadi pada pukul 14.03.01 WIB dengan kekuatan M=4,5 Skala Richter. Episenter gempabumi ini terletak pada koordinat 1,43 LS dan 115,14 BT, tepatnya di darat pada jarak 50 kilometer arah timurlaut Kota Buntok, Barito Selatan pada kedalaman hiposenter 10 kilometer.

Berdasarkan analisis peta guncangan (shakemap) BMKG, tampak bahwa guncangan gempabumi ini dirasakan di beberapa tempat seperti di Buntok dan Muara Teweh dalam skala intensitas II SIG BMKG (II-III MMI) serta di Sikan, Tungka dan Benangin dalam intensitas II SIG-BMKG (III-IV MMI). Di daerah ini guncangan gempabumi dirasakan cukup kuat oleh orang banyak, benda yang tergantung berayun-ayun,dan jendela kaca bergetar. Berapa orang dilaporkan sempat terkejut dan berlarian keluar rumah. Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya kerusakan sebagai dampak gempabumi.

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan jenis  Gempabumi Dangkal. Dengan memperhatikan peta geologi di zona guncangan, tampak bahwa di daerah ini memang banyak dipengaruhi oleh struktur geologi berupa lipatan dan sesar. Struktur lipatan berupa antiklin dan sinklin yang ada di daerah ini berarah relatif utara-selatan. Sehingga dengan kedalaman hiposenter gempabumi 10 kilometer, maka dapat disimpulkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Di zona Barito Selatan- Barito Utara memang terdapat sebaran beberapa sesar mikro dan belum diberi nama.

Terkait peristiwa gempabumi yang mengguncang Buntok-Muara Teweh dan sekitarnya, hingga laporan ini disusun belum terjadi gempabumi susulan (aftershocks). Untuk itu masyarakat setempat dihimbau agar tetap tenang karena berdasarkan monitoring BMKG sangat kecil kemungkinan akan terjadi gempabumi susulan.***

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG
Twitter: @daryonobmkg

Saturday, July 2, 2016

Pemerintah Resmi Menutup Wisata Air Terjun Dua Warna - Deliserdang - Sumatra

Pemerintah resmi menutup lokasi wisata dua warna di Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang, pasca banjir bandang yang menewaskan 22 orang korban.

Penutupan lokasi ini ditandai dengan pencopotan plang promosi obyek wisata tersebut oleh pihak kecamatan Sibolangit dengan dibantu oleh personil Satpol PP Deli Serdang.

“Pembukaan plang ini untuk mengantisipasi masuknya kembali warga ke lokasi tersebut,” Camat Sibolangit, Amos F Karo-Karo usai memimpin pencopotan plang tersebut, Jumat (1/7).

Menurut Amos, pencopotan plang ini sekaligus menjadi penanda bagi warga untuk tidak mendatangi lokasi tersebut, agar kejadian serupa tidak terjadi.

“Kita takut kalau tiak segera dibuka plangnya, warga mengira obyek wisata dua warna masih dapat dikunjungi kembali,” ungkapnya.

Plang yang dibongkar tersebut yakni plang promosi yang terpasang di bahu Jalan Jamin Ginting di Desa Bandar Baru. Dimana plang tersebut persis terpasang di pintu masuk menuju lokasi dua warna tersebut.

Diketahui, banjir bandang di telaga Dua Warna menewaskan 21 orang pada Minggu (14/5) lalu. Dari 22 korban, petugas hanya menemukan 19 jenazah korban, sedangkan 2 jenazah lainnya masih belum ditemukan hingga saat ini.

(Posmetro M)

Friday, July 1, 2016

Peringatan Di Larang Melakukan Aktifitas Di Gunung Api Bromo , Ijen , Kelud , Raung , Semeru

BLIAD_bersama ini kami sampaikan peta peringatan gunung api (gunungapi Bromo , gunungapi ijen , gunungapi kelud , gunungapi raung , gunungapi semeru ) di provinsi jawa timur , dalam rangka kesiap siagaan libur idhul fitri 1437 H tahun 2016 , peta peringatan ini mengenai rekomendasi larangan memasuki kawasan berbahaya dari kegiatan gunung api(peta terlampir) .

Kami mengharapkan pada batas kawasan di pasang rambu rambu larangan agar tidak terjadi korban pengunjung di hari libur idhul fitri.

Petw asli ukuran A4 dalam soft copy dapat di unduh di http://www.vsi.esdm.go.id , informasi lebih lanjut tenang bencana gunung api /geologi dapat di peroleh di posko bencana geologi di Jl Diponegoro No 57 Bandung.

(Pvmbg)